Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Kamis, 10 Februari 2011

Labirin Cintaku (c e r p e n . s a y a :D)

Labirin Cintaku
- Dyaa Bobates -


Cantik, menarik, sexy, cerdas, kaya dan royal. Siapa yang nggak klepek-klepek sama cewek yang punya tipe seperti itu? Wah, kagak nahan, deh! Cantik? Pastinya. Menarik? Iya dong! Sexy? Buanget deh! Cerdas, kaya dan royal? Wuih, mampus gila. Tipe yang bener-bener jadi inceran empuk bagi para pemangsa cinta, kaum Adam. Dan ternyata, tipe-tipe itu memang ada pada ciptaan Tuhan yang satu ini. Ckckck

Yeah…
Aku!!! Namaku Bintang. Aku itu cewek cantik, sexy, cerdas, kaya, royal dan masih banyak lagi. Aku orangnya memang PD. Semua cowok pada naksir sama aku. Wajarlah, aku selalu welcome gitu sama cowok. Dengan orangtua yang selalu mensupport kegiatanku, aku jadi bisa mengembangkan bakat dan kreatifitas di bidang apapun. Makanya, aku selalu di sapa “Si Bintang Kampus”. Akan tetapi dibalik itu semua, aku terkadang merasa kesepian. Orangtuaku sering ke luar kota ngurusin kerjaan kantor yang menumpuk. Akupun selalu tinggal sendiri dirumah yang luasnya ± 2 hektar lebih. Tapi nggak apalah, aku juga punya si Mbok, Bibi cuci baju, Abang kebun, Paklek satpam, Om sopir, Tante yang suka masak dan Ibu yang tiap pagi selalu ke pasar.

Aku nggak kebayang kalo aku hidup sendiri. Walaupun diluar sana, aku punya cowok yang keren, pinter, royal dan pastinya setia. Nama pacar aku hampir sama dengan nama sahabat aku. Sahabatku namanya Adhi, sedangkan pacarku namanya Aldhi. Aku sudah 2 tahun, 22 hari pacaran sama Aldhi.

Aldhi, menurutku ia merupakan jodoh yang tepat, yang diberikan Allah untukku. Tapi, Adhi selalu bilang untuk tidak mempercayai hal itu. Adhi ingin aku putus dengan Aldhi dan aku harus menjadi akhwat solehah yang berjilbab panjang serta menginginkan cinta hanya semata karena Allah. Aku tidak mau seperti itu. Aku membantah keras perkataan Adhi dan tidak memperdulikannya. Akupun memutuskan untuk mengakhiri persahabatan yang sudah terjalin sejak kecil. Padahal, Adhi itu orangnya baik dan bisa dibilang, Adhi merupakan ikhwan yang soleh. Tapi aku telah salah langkah. Aku sudah tidak mau bersahabat dengannya.

***

Keesokan harinya di salah satu mall di ibukota.

“Ya ampun, Beb! Itu tasnya unyu banget. Udah gitu warna merah pula. Keren deh, Beb. Aku jadi suka tas itu.” Pintaku kepada Aldhi ketika lagi jalan-jalan di mall.

“Bebeb, apa sih yang nggak buat kamu. Ambil aja.” Jawab Aldhi.

“Ih, sumpah deh, Beb. Aku bangga banget punya cowok kayak kamu, Beb. Makasih ya, Beb.” Ujarku dengan senangnya.

“Iya, Bebeb. Aku juga bangga sama kamu. Malahan aku beruntung udah di kasih kamu. Kamu itu wanita terindah yang pernah kutemui!” Ucap Aldhi dengan kata-katanya yang maut.

“So sweet. Beb, kalo udah beli tas, kita makan di tempat biasa ya?” Tanyaku.

“Hmmm, okedeh Beb. Aku juga udah lumayan laper nih.” Ujar Aldhi.

Kamipun makan di salah satu resto termahal di mall yang kami kunjungi. Resto tersebut merupakan resto langganan aku dan Aldhi. Makanan dan pelayanannya memang excellent. Tak ada prasangka buruk sedikitpun yang aku pikirkan selama berjalan dengan Aldhi hari ini. Tapi yang buat bingung dan bete, handphonenya Aldhi selalu berdering. Kalo aku tanya, pasti Aldhi selalu jawab temennya yang di kampus mau pinjem uang. Tapi aku rada-rada nggak yakin gitu sama Aldhi.

Sebelum makan, biasanya Aldhi pergi ke toilet. Untungnya si Aldhi ke toilet kali ini. Jadi, aku bisa memeriksa handphonenya sebentar yang dari tadi berisik nonstop. Aku kan orangnya mudah penasaran gitu dengan sesuatu yang menimpaku. Aku yakin pasti ada apa-apanya di handphone itu. Ketika aku aktifin handphonenya, kok aku jadi tambah bingung bercampur kaget gitu? Honey? Nomor siapa itu? Namanya kok Honey? Wah, ada main-main nih orang.

“Ada apa, Beb? Ada yang telpon, ya?” Tanya Aldhi dengan muka yang pucat pasih.

“Iya! Siapa Honey? Pacar kamu, ya?” Bentakku.

“Bebeb, pacar aku ya kamu. Kok kamu nanya yang nggak-nggak, sih? Percaya deh, Beb.” Ujar Aldhi meyakinkan Bintang.

“Sudah, ah! Aku mau pulang! Pantesan aja dari tadi nggak berhenti bunyi. Tega ya, kamu selingkuhin aku!” Gertakku.

“Ya ampun, Beb. Iya, kita pulang sekarang. Tapi kamu jangan marah dulu, dong. Aku bisa jelasin semuanya. Kita udah 2 tahun lebih pacaran. Percaya sama aku, Beb!” Aldhi bersikeras meyakinkan Bintang.

“Bener? Nggak bohong? Aku nggak mau percaya kalo kamu bohong!” Kataku sambil menghapus air mata.

“Iya, Bebeb. Aku nggak mungkin bohong di depan kamu. Aku sayang kamu, Beb.” Ujar Aldhi memaksaku untuk mempercayainya.

“Ya udah, aku percaya kamu. Lain kali jangan seperti ini ya, Beb.” Ucapku.

“Sipp, Bebeb.” Jawab Aldhi dengan senangnya.

***

Kejadian kemarin sudah kulupakan. Semoga aku bisa tersenyum puas hari ini. Niatnya sih, hari ini aku mau jalan-jalan nyari buku. Tapi Aldhi nggak bisa nemenin aku. Ia ada kuliah siang di kampus. Nggak masalah deh. Aku bisa sendiri. Udah lama juga aku nggak jalan sendiri. Tapi entah kenapa, aku kok jadi kepikiran sama Adhi, ya? Yeah, Adhi sahabat kecilku yang telah ku buang sia-sia demi Aldhi, pacarku. Semoga suatu saat nanti, aku bisa bertemu kembali dengannya.

Siang ini aku nggak makan di resto biasa. Aku ingin mencoba nuansa baru. Ternyata di mall ada new café yang kalau di lihat kayaknya unik juga. Amortentia Jeph’s Café. Hmmm, kayaknya seru tuh! Baru beberapa langkah masuk ke new café itu dan tanpa firasat apapun di benakku, aku melihat pacarku sedang bermesraan dengan wanita lain. Waduh, padahal nggak ada angin, nggak ada hujan dan pastinya nggak ada petir. Masya Allah, mataku ini belum buta. Aku yakin itu Aldhi. Tanpa pikir panjang, langsung ku labrak Aldhi dan aku minta putus. Sebisa mungkin ku tahan air mata. Cukup satu kali aku menangis olehnya. Aku takkan menangis lagi. Aldhi mencoba untuk membela dirinya. Berusaha untuk mengelak atas tuduhan yang aku jatuhkan kepadanya. Tapi aku yakin dan tetap bersikeras dengan apa yang ku lihat.

Kutinggalkan Aldhi dan cewek yang berada di sampingnya itu. Aku jadi sadar dan teringat kembali dengan kata-kata sahabatku, Adhi. Apa yang dikatakan oleh Adhi memang benar. Bodoh sekali aku telah mencintai seseorang yang selama ini hanya mencintai uangku saja. Aku menyesal telah mengenal Aldhi. Aldhi tak jauh berbeda dengan buaya darat lainnya. Ia tidak menghargai kebersamaan yang telah di bina selama 2 tahun lebih lamanya. Dari kejadian itu, aku jadi pemurung. Aku tak semangat untuk hidup. Akupun malas untuk bertemu lelaki lain diluar sana. Hanya satu lelaki yang ingin kutemui dan itu adalah Adhi, sahabat kecilku. Sudah 2 jam lebih aku memikirkannya. Ada satu perkataan terakhir Adhi sebelum ia pergi meninggalkanku. Yeah! Aku di tuntutnya untuk berubah. Aku harus menjadi akhwat sejati! Aku akan menjadi hamba Allah yang setia. Hamba Allah yang bejihad dengan jalan dakwah di muka bumi ini. I MUST CHANGE! COZ I CAN! Demi Allah aku akan BERUBAH! Menjadi wanita yang mengerti akan keadaan. Tidak menjadi Bintang yang biasa disebut cewek cantik, menarik, sexy, cerdas, kaya, royal atau apalah. Aku akan menjadi akhwat solehah seperti yang diminta oleh Adhi. Dan nantinya, aku akan memperbaiki niat hanya karena Allah semata.

***

Tahun pun berganti seiring berjalannya waktu. Aku meninggalkan rumah orangtuaku yang di Jakarta dan membangun rumah baru di Bandung. Dan tentunya atas izin orangtuaku. Aku ditugaskan untuk bekerja di Bandung.

Karir dan jalan dakwahku bersinar terang seperti namaku. Yeah! Aku seperti baru mengenal kehidupan. Tapi satu yang belum kudapatkan. Jodoh! Aku yakin, suatu saat nanti Allah akan memberikan jodoh padaku, karena makhluk di muka bumi ini diciptakan berpasang-pasangan.

Hari ini berbeda dengan hari biasanya. Aku seperti terserang virus merah jambu. Aneh bin ajaib. Aku hanya sedang memikirkan Adhi, sahabat lamaku itu. Tapi entah kenapa, aku selalu tertawa sendiri apabila mengingatnya. Apakah aku merasakan cinta untuk kedua kalinya? Ah, tak mungkin.

Sekarang aku berada di taman kota dekat perumahanku. Aku tak sengaja melihat seorang lelaki di seberang sana. Lelaki itu mengingatkan aku pada Adhi. Tingkah lakunya sama seperti Adhi. Yang membedakan hanyalah kacamata yang di pakainya. Lelaki itu kelihatan baik. Siapa ia? Tanpa pikir panjang, langsung ku hampiri ia dan sungguh luar biasa, aku terkejut bukan main. Ia adalah Adhi. Sahabat kecilku yang dari tadi aku pikirkan.

“Kamu Adhi?” Tanyaku tanpa basa-basi.

“Iya. Afwan, kamu?” Jawab Adhi dengan bingung.

“Subhanallah, sungguh aku tak mempercayai ini semua. Aku Bintang, Dhi. Sahabat kecilmu? Apakah kamu sudah lupa?” Jelasku kepada Adhi.

“Bintang? Bintang Luthfiyah Syifa? Subhanallah, Bintang. Aku hampir tidak mengenalimu. Alhamdulillah, kamu telah berjilbab sekarang. Bahkan jilbab dan pakaianmu begitu lebar.” Ujar Adhi dengan kagetnya.

“Iya, Adhi. Alhamdulillah, aku telah berubah. Aku teringat akan kata-katamu. Aku udah putus dari Aldhi. Ia tak beda dengan buaya darat lainnya. Maafkan aku, Adhi. Aku telah memutuskan hubungan persahabatan kita.” Ucapku sambil menyesali perbuatan yang telah kulakukan..

“Syukurlah. Aku juga minta maaf, ya. Nggak sepantasnya aku langsung bilang seperti itu. Oh iya, maafkan aku apabila aku langsung menanyakan keadaan dirimu sekarang. Apakah kamu sudah punya suami?” Tanya Adhi dengan PDnya.

“Suami? Wah, kayaknya untuk urusan yang satu ini, Allah belum percaya sama aku.” Jawabku dengan senyuman.

“Bintang, sekarang Allah telah mempercayaimu untuk urusan jodoh. Maukah kamu menjadi istriku?” Tanya Adhi tanpa panjang lebar.

“Apakah kamu bercanda, Dhi? Jujur saja, setiap hari aku selalu memikirkanmu. Kamu nggak bohong kan, Dhi?” Tanyaku berbalik kepada Adhi.

“Aku serius. Demi Allah, aku akan melamarmu malam ini.” Ujar Adhi.

“Adhi, jika memang kamu jodohku, aku siap untuk menerima semua ini.” Ucapku dengan tenang.

Subhanallah, aku tak menyangka semua ini akan terjadi. Malam ini aku akan dilamar oleh Adhi, sahabat kecilku yang sudah bertahun-tahun tak bertemu. Yeah! Jodoh memang rahasia Allah semata. Inilah perjalanan hidupku. Kisah cintaku yang penuh dengan lika-liku.

***

5 tahun telah berlalu. Allah memang baik kepadaku. Alhamdulillah, aku telah menjadi seorang ibu yang baik dari ketiga buah hatiku dan menjadi istri yang setia kepada suami yang telah diberikan oleh Allah untukku. Suamiku adalah sahabat kecilku, Adhi. Beberapa hari setelah lamaran, Adhi langsung mengajakku untuk menikah.

Cerita cinta yang berakhir manis. Yang dimana sebelumnya menjajaki labirin yang penuh dengan rintangan. Aku telah berhasil menemukan cinta sejatiku. Kita memang tidak tahu, siapa nantinya yang akan menjadi jodoh kita. Orang Batak, Sunda, Jawa, Papua, Palembang, Prabumulih dan bahkan orang lain yang belum kita kenal sekalipun, mungkin saja akan menjadi jodoh kita nantinya. Jalani hidup ini dengan penuh keyakinan dan selalu mengingat Allah. Karena Allah telah mengatur segalanya. Jika kita percaya, maka Allah akan selalu bersama dengan kita.

- Selesai -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ZONA AKHWAT

Moeslimah Idol

Cantik, tubuh proporsional, pintar, gaul dan berperilaku baik. Itulah gambaran cewek ideal yang ada di benak setiap orang. Nggak heran kalo cewek yang memenuhi kriteria kayak gini sontak jadi idola di lingkungannya.

Nggak perlu jauh-jauh ikutan Indonesian Idol, AFI atau KDI, di sekitar kita tanpa kita sadari banyak loh idola-idola yang sering jadi buah bibir. Di sekolah atawa kampus misalnya, pasti ada aja satu-dua temen kita yang kelihatan paling menonjol dan jadi pusat perhatian. Jadilah doi jadi temen favorit yang disukai semua orang.

Bahkan bisa jadi di habitat dakwah kita, ada akhwat-akhwat tertentu yang karena kelebihannya jadi incaran para ikhwan, atau sebaliknya jadi teladan kalangan akhwat. Meski itu nggak diproklamirkan, toh fakta membuktikan akhwat macam gitu sering jadi pusat perhatian. Paling nggak, banyak ikhwan-ikhwan yang ngebet pengin mengkhitbahnya (ups).

Ada seseorang pernah cerita bahwa dulu ia punya temen kuliah nama bekennya Epot. Eit…jangan manyun, biar namanya nggak keren, tapi anaknya cakep. Udah bodi semampai, kulit mulus, otaknya juga encer. Cewek asli Tasikmalaya itu tutur bahasanya juga lemah lembut. Pembawaannya juga bersahaja, nggak banyak cing-cong. Jadilah doi banyak disegani cowok-cowok temennya. Mereka pada nggak berani ngegodain, malah pada ngeper.

Temen satu lagi namanya Meme. Cantik juga, tubuhnya mungil dan imut. Yang paling menonjol dari dia adalah: modis abis. Kalo kuliah, mulai ujung rambutnya yang keriting ampe ujung kaki didandani dengan warna senada. Kalo ijo, ijoooo semua…mirip ulat berjalan he..he...

Belum lagi kalo ujan, pake payung berenda-renda kayak cinderela. Wuih, pokoknya nyolok abis. Udah gitu ngomongnya juga heboh. Tapi doi juga baek dan pintar. Sama siapa aja mau gaul dan semua orang suka padanya. Uniknya, doi emoh jadi idola. Buktinya, Meme yang emang hobi nyanyi itu malah nolak ditawarin rekaman, jalan menuju kursi idola. ‘’Kalo mau jadi idola gampang, gue pernah ditawarin rekaman. Tapi buat apa jadi penyanyi, nggak lah yaw,’’ katanya.

Lain lagi ama akhwat yang satu ini. Sebut aja Anisa. Dari temen-temen seangkatannya, doi disebut-sebut sebagai the favorite. Soalnya, wajahnya paling manis dan nggak ngebosenin (kata temen-temennya). Dakwahnya? Tentu saja juga oke punya. ‘’Ah…masak sih. Itu kan kata temen-temen aja, saya sih nggak merasa gitu,’’ elaknya saat ditanya gimana perasaannya jadi yang “ter” di kalangan akhwat. Emang sih, dia mengakui, kadang ada juga perasaan bangga atau geer. Walaupun begitu dirinya tentu nggak pernah punya rencana untuk jadi idola.

Jaga diri

Sebenernya yang mencap seseorang itu idola justru lingkungan tempat dia berinteraksi. Dirinya sendiri mungkin nggak nyadar kalo selama ini jadi trend setter. Meski begitu ada juga yang sadar betul kalo dirinya jadi pusat perhatian. Misalnya para jebolan Indonesian Idol, AFI atau KDI kali ya. Mereka sih emang bener-bener diorbitkan buat jadi idola. Jadi, mereka diekploitasi banget untuk mendatangkan keuntungan. Tebar pesona sana-sini agar diakui eksistentinya. Padahal, nggak usah tebar pesona kalo yang namanya orang punya ‘kelebihan’ pasti akan kelihatan sendiri. Iya kan?

Makanya, buat kamu-kamu yang selama ini –merasa ataupun nggak—di posisi sebagai cewek idola di tengah-tengah habitatmu, kudu hati-hati membawa diri. Jangan sampai kelebihanmu sebagai cewek favorit malah menjerumuskan. Misal karena TP alias tebar pesona ke sana ke mari malah dianggap murahan. Hasilnya, paling-paling suka diusilin cowok.

Baiknya bersikap tawadhu, meski tetep bergaul ama siapa aja. Jangan sampai pilih-pilih temen yang selevel aja. Misal yang sama-sama cakep atau sama-sama pintar doang. Yang penting jangan sampai keseringan muncul virus geer. Maklum, ini penyakit yang biasa menyerang para idola. Geer alias gede rasa hanya bikin kecewa kalo ternyata apa yang diharapkan nggak tercapai. Apalagi kalo udah urusan ikhwan (suit..suit), bisa makan hati Non!

Moeslimah idol

Menjadi idola di tengah-tengah lingkungan kita tentu hal yang membanggakan. Tapi jangan sampai hal itu memunculkan perasaan sombong alias riya’. Sebaliknya, bagi kamu-kamu yang memiliki kemampuan biasa-biasa aja, jangan rendah diri nggak bisa jadi yang paling favorit. Toh, bisa jadi, seseorang diidolakan di hadapan manusia malah dihinakan di hadapan Allah. Na’udzubillahi min dzalik. Contohnya para ‘pahlawan’ di Turki yang di dunia dipuja-puja (Mustafa Kemal, misalnya), diidolakan dan dikasih penghormatan habis-habisan. Padahal mereka itu justru pengkhianat agama Allah Swt.

Jadi, mending kamu memupuk diri untuk menjadi idola sejati, yaitu menjadi muslimah dambaan Allah Swt. Syaratnya gampang banget, Cuma satu kata: takwa. Nggak perlu syarat macam-macam. Nggak perlu cantik, tinggi badan 170 cm, pintar dan berbudi luhur (Hik..hik…itu kan syarat jadi Putri Indonesia ya). Juga nggak butuh fotokopi KTP, kartu keluarga atawa slip gaji (emang mo kredit motor?).

Yup, untuk menjadi akhwat yang disayangi Allah Swt. kita hanya dituntut untuk menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Nggak hanya dari sisi kuantitas yang kudu banyak, tapi lebih penting lagi kualitas. Nah, kalo berhadapan dengan Allah neh sah-sah aja kalo kita tebar pesona alias cari perhatianNya. Caranya, ya itu tadi banyak-banyaklah beramal saleh.

Iya dong, Allah pasti akan care ama kita yang berusaha mendekatiNya. Allah Swt berfirman (dalam hadis qudsi) yang artinya: “Dan jika hamba-Ku mendekati dengan berjalan, Aku mendekatinya dengan berlari. Jika ia melangkah sedepa, Aku melangkah sehasta.” Oke deh, selamat menjadi muslimah idol!

Akhwat idola tetap jaga kehormatan

Siapa coba yang nggak bangga jadi akhwat idola. Udah shalehah, cantik, pintar dan supel. Dijamin pasti jadi incaran para ikhwan. Manusiawi emang. Para akhwat aja kalo liat ikhwan klimis juga membatin, bahkan jadi gunjingan. Iya apa iya? Nah, gimana kalo kamu termasuk akhwat idaman para ikhwan? Ada tips-tips yang kudu kamu perhatikan supaya nggak muncul penyakit hati:

v Jangan mudah geer. Yup, gede rasa bikin hati berbunga-bunga dan akhirnya hanya membayangkan yang indah-indah saja. Padahal realita nggak selamanya indah Non. Sadarlah, it is the real world. So, jangan baru dipuji aja udah melayang ke langit ke tujuh.

v Jaga pesona, jangan diobral. Yup, jangan mentang-mentang punya modal tampang keren, trus suka cari perhatian ke sana ke mari, padahal nggak ada urusan urgen. Apalagi kalo sering berkelebatan di hadapan para ikhwan. Malu dong. Lagian kasihan mereka Non, jangan bikin hati kebat-kebit. Sebab yang namanya ikhwan juga manusia, punya rasa, punya hati…

v Jangan sombong. Jangan mentang-mentang punya wajah di atas rata-rata para akhwat trus bersikap riya’. Yup, hilangkan penyakit hati yang satu ini karena bisa-bisa menggerus amal baik kita. Untuk itu jangan pernah pilih-pilih temen, entar dibilang somse.

v Jaga diri. Meski udah nutup aurat dengan sempurna, yang namanya wajah cantik tetep keliatan. Makanya tetep jaga diri jangan sampe jadi korban pelecehan. Tahu kan, cowok iseng nggak pandang bulu, biar udah berkerudung dan berjilbab tetep aja digodain. Nah, jaga diri jangan sampe jadi korban pelecehan.

v Jangan sok jual mahal. Biasanya akhwat yang jadi idola suka jual mahal. Apalagi kalo urusan ikhwan. Karena sadar jadi inceran, akhirnya jadi pilih-pilih banget. Kalo ada yang minat mengkhitbah (ehm..), sering nolak karena merasa masih ada ikhwan lain yang lebih cakep. Betul nggak? Jangan gitu-gitu bangetlah, entar bisa jadi boomerang loh. Saking pilih-pilihnya, salah-salah malah dapet yang biasa aja atau malah nggak kebagian (kue kalee…).

Tags: insanislami-zonacewek

bobates :D

bobates :D

sang mujahidah

sang mujahidah

generasi pemenang :)

generasi pemenang :)